Lowongan kerja berbayar? Illegal atau tidak? [opini dan curhat]

Lowongan kerja adalah kondisi dimana sebuah usaha atau perusahaan atau sebuah instansi mengalami kekosongan tenaga kerja atau dalam kondisi membutuhkan tenaga kerja tambahan untuk satu atau beberapa posisi sekaligus. Oleh sebab itu informasi kekosongan posisi tersebut akan diumumkan dengan tujuan untuk menarik orang yang membutuhkan pekerjaan atau menarik minat pekerja yang berpengalaman di bidang tersebut.

Tapi pernahkah anda berfikir bahwa ada lowongan pekerjaan, namun untuk mengisi posisi tersebut anda harus merogoh saku yang tak sedikit? Atau anda di ikat sebuah perjanjian yang tak tertulis ‘jika anda diterima, maka anda harus mencicil sejumlah nominal selama beberapa bulan’?

Idealnya hal diatas tidak sehat dalam sebuah persaingan mencari pekerjaan. Penulis sendiri dahulu kala pernah ditawarkan pekerjaan dengan syarat seperti diatas. Maaf-maaf aja bapak, maaf ibu, saya kan cari kerja buat menghasilkan duit, bukan untuk mengeluarkan duit!, begitulah prinsip penulis.

Dan memang benar, tidak pada panulis, banyak orang lain diluar sana yang menginginkan pekerjaan tersebut, bahkan berani menjanjikan nilai yang lebih tinggi dari yang ditawarkan si calo lowongan tersebut. Apakah penulis heran? Ya pasti dong heran.

Seberapa frustasinya mereka mencari pekerjaan hingga malah menaikkan nominal uang pelicin tersebut?

Dan didalam lingkungan kerja sendiri akan menjadi tidak sehat dengan praktik seperti dibahas diatas. Sebagai contoh, jika ada pekerja baru yang masuknya murni, tanpa pelicin dan diketahui mereka-mereka yang masuknya pakai pelicin, mereka akan berusaha dengan cara yang tidak baik untuk menutup ruang gerak si pekerja baru tersebut.

Prinsipnya mungkin gini, ‘lu masuk kesini dengan tangan kosong, lu ga bisa berkembang, enak aja! Kita aja yang bayar kesusahan untuk berkembang’.

Dengan asumsi seperti diatas, kebanyakan pekerja baru akan menjadi tidak nyaman dan kebanyakan dari mereka akan memilih mundur daripada bertahan di lingkungan yang tidak sehat. Pastinya bukan tanpa alasan. Sudah tidak nyaman, akan selalu diusik oleh mereka yang beli golden ticket, sisanya takut ketularan aroma kejahatan 😁.

Kenapasih? Kenapa mereka rela membayar untuk pekerjaan itu?

Jawabannya bermacam-macam.

Pertama, SUSAH CARI KERJA. alasan ini sangat banyak ditemukan sehingga mereka rela untuk membayar golden ticket ke sebuah perusahaan.

Kedua, BANYAK SAINGAN. Selain susah cari kerja, banyaknya saingan menjadikan mereka memilih jalan pintas tersebut, pokoknya dapat kerja. Begitulah kira-kira.

Ketiga, TAK ADA CARA LAIN. Sudah sangat ingin bekerja disana, atau tidak ada lapangan kerja yang lain lagi,sudah mencoba berbagai cara, ternyata untuk dapat bekerja disana hanya melalui per-calo-an, mau ga mau yaudah aku bayar aja deh.

Keempat, STATUS SOSIAL. Yang ini penulis temukan jawabannya dari bincang-bincang dengan bapak-bapak grabcar, dia bercerita dengan latar disebuah daerah. Untuk menjadi terpandang, maka harus memiliki pekerjaan, entah itu posisinya apapun, pokoknya bekerja deh, apalagi di instansi ternama. Jual sapi juga jadi. Buat bayar golden ticket. Terlebih lagi status sosial tersebut sangat dibutuhkan saat seorang pria hendak melangsungkan pernikahan.

Jadi sebenarnya dia tidak butuh pekerjaan itu, karena harta yang dimilikinya atau orangtuanya cukup sebenarnya. Namun tanpa sebuah pekerjaan, status sosialnya tetap rendah dimata keluarga dan masyarakat.

Apakah anda pernah masuk dalam praktik seperti diatas? Ataukah anda malah adalah calo? 😁.

Jadi begitulah beberapa alasan mengapa beberapa orang rela merogoh saku demi pekerjaan.

Untuk masalah legal tidaknya, penulis tidak banyak berspekulasi, yang pasti, tidak legal. Karena tidak ada dokumen pengikat sama sekali, hanya ada perjanjian verbal diantara mereka.

Dan terakhir, mereka yang rela membayar pada dasarnya ikhlas memberikan sejumlah uang itu kepada calo. Kalau tidak ikhlas tidak akan diberikan uangnya toh?

Tinggalkan Komentar

Navigate